JAKARTA - Upaya memperluas jaringan penerbangan internasional terus dilakukan maskapai berbiaya rendah untuk menjawab meningkatnya mobilitas wisata kawasan Asia Tenggara.
Seiring tren perjalanan lintas negara yang kembali tumbuh, konektivitas langsung menjadi faktor penting dalam menarik minat wisatawan.
Indonesia AirAsia resmi menghadirkan rute internasional baru yang menghubungkan Bali dan Da Nang, Vietnam, sebagai bagian dari penguatan peran Bali sebagai hub penerbangan regional.
Rute Bali–Da Nang dijadwalkan mulai beroperasi pada 20 Maret 2026. Kehadiran jalur penerbangan langsung ini diharapkan memberi kemudahan akses perjalanan bagi wisatawan, sekaligus mempererat hubungan pariwisata antara Indonesia dan Vietnam yang terus menunjukkan tren positif.
Rute Internasional Ketujuh dari Hub Bali
Pelaksana Tugas Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman, menyebut pembukaan rute ini sebagai langkah strategis dalam pengembangan jaringan internasional dari Bali.
Ia menegaskan bahwa Bali–Da Nang merupakan rute internasional ketujuh Indonesia AirAsia yang beroperasi dari Pulau Dewata.
“Penerbangan langsung Bali–Da Nang ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wisata di kawasan Asia Tenggara sekaligus membuka akses ke destinasi baru yang kini dapat dijangkau secara langsung dari Bali,” kata Achmad.
Menurutnya, pembukaan rute ini tidak hanya memberi pilihan perjalanan baru bagi wisatawan Indonesia, tetapi juga membuka peluang kunjungan wisatawan Vietnam ke Indonesia melalui jalur yang lebih efisien dan langsung.
Perluasan Jaringan ke Vietnam
Achmad menjelaskan bahwa sebelum membuka rute ke Da Nang, jaringan internasional Indonesia AirAsia telah terhubung dengan sejumlah negara, antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, dan Australia.
Ekspansi ke Vietnam dilakukan melalui penerbangan langsung dari Bali menuju Da Nang, yang merupakan salah satu kota utama di Vietnam bagian tengah.
Langkah ini dinilai sebagai upaya diversifikasi rute internasional sekaligus respons terhadap meningkatnya minat perjalanan antarnegara di kawasan Asia Tenggara.
Dengan bertambahnya destinasi internasional, wisatawan memiliki lebih banyak opsi untuk merencanakan perjalanan lintas negara secara langsung tanpa harus melalui transit panjang.
“Kehadiran rute Bali–Da Nang turut memperkuat konektivitas antara Indonesia dan Vietnam, termasuk melalui layanan fly-thru dari Jakarta dan Labuan Bajo ke Da Nang via Bali,” ujarnya.
Layanan fly-thru tersebut memungkinkan penumpang dari kota lain di Indonesia untuk melanjutkan perjalanan internasional dengan proses yang lebih praktis melalui Bali sebagai titik transit.
Akses Langsung ke Vietnam Tengah
Penerbangan langsung Bali–Da Nang dinilai mempermudah akses menuju Vietnam bagian tengah, kawasan yang dikenal dengan kekayaan budaya, sejarah, dan destinasi wisata pantainya. Da Nang juga menjadi pintu masuk ke berbagai destinasi populer Vietnam seperti Hoi An dan Hue.
Selain itu, rute ini terintegrasi dengan jaringan internasional Indonesia AirAsia dari Bali menuju Australia. Sejumlah destinasi di Australia, seperti Perth, Adelaide, dan Melbourne, dapat dijangkau melalui Bali, sehingga membuka peluang perjalanan lintas kawasan Asia Pasifik yang lebih efisien.
Integrasi jaringan ini diharapkan meningkatkan arus wisata dua arah, baik wisatawan yang memulai perjalanan dari Indonesia menuju Vietnam maupun sebaliknya.
Pertumbuhan Wisata Vietnam dan Asia Tenggara
Data National Statistics Office Ministry of Finance Vietnam mencatat jumlah kunjungan wisatawan internasional ke Vietnam mencapai 19,15 juta kunjungan sepanjang Januari hingga November 2025. Angka tersebut tumbuh sekitar 20,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan kuatnya pemulihan sektor pariwisata Vietnam pascapandemi, dengan kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu pasar utama. Indonesia tercatat sebagai salah satu negara penyumbang wisatawan dengan pertumbuhan mencapai 13,8 persen.
Kinerja positif pasar Asia Tenggara ini menjadi salah satu latar belakang pembukaan rute Bali–Da Nang, mengingat tingginya potensi pergerakan wisatawan antarnegara di kawasan tersebut.
Arus Wisata ke Indonesia Masih Kuat
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik mencatat total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 13,9 juta kunjungan sepanjang Januari hingga November 2025. Angka ini menunjukkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata utama di kawasan Asia Tenggara masih terjaga.
Kunjungan wisatawan asal Vietnam ke Indonesia juga tercatat cukup signifikan. Sepanjang periode Januari hingga November 2025, jumlah wisatawan Vietnam yang berkunjung ke Indonesia mencapai 80.313 kunjungan.
Angka tersebut dinilai memiliki potensi untuk terus meningkat seiring dengan dibukanya akses penerbangan langsung antara kedua negara.
Dengan rute Bali–Da Nang, wisatawan Vietnam kini memiliki pilihan perjalanan yang lebih cepat dan langsung untuk berkunjung ke Bali maupun destinasi lain di Indonesia.
Jadwal dan Frekuensi Penerbangan
Penerbangan Bali ke Da Nang akan dilayani dengan nomor penerbangan QZ 480. Pesawat dijadwalkan berangkat dari Bali pukul 14.15 dan tiba di Da Nang pukul 17.55.
Sementara itu, penerbangan dari Da Nang menuju Bali dijadwalkan berangkat pukul 18.25 dan tiba di Bali pukul 23.55. Penerbangan perdana rute ini direncanakan berlangsung pada 20 Maret 2026.
Frekuensi penerbangan akan dilakukan tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Pola frekuensi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perjalanan wisata maupun bisnis dengan fleksibilitas jadwal yang cukup memadai.
Dorong Peran Bali sebagai Hub Regional
Pembukaan rute Bali–Da Nang semakin memperkuat posisi Bali sebagai hub penerbangan internasional Indonesia AirAsia.
Dengan bertambahnya rute internasional, Bali tidak hanya berperan sebagai destinasi wisata utama, tetapi juga sebagai titik penghubung strategis bagi perjalanan regional dan internasional.
Ke depan, penguatan konektivitas udara melalui Bali diharapkan mampu mendukung pertumbuhan pariwisata nasional, memperluas jaringan penerbangan, serta memberikan pilihan perjalanan yang lebih beragam bagi masyarakat dan wisatawan mancanegara.